Sekali Lagi, Tentang Waktu

Betul, memang. Usia tak bisa kita kira. Tak bisa kita raba. Tak bisa kita nyana. Benda yang hilang, masih mungkin untuk kita dapatkan gantinya. Uang yang raib, sangat mungkin kita cari gantinya. Usia yang hilang, siapa yang mampu mengembalikannya? Takkan mungkin kita dapatkan kembali, bahkan sedetik yang baru saja lewat.

Saya memang sudah menyadari hal ini sejak lama. Namun, saya sering mengabaikannya. Kadang, saya menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang sama sekali jauh dari bermanfaat. Tidur berlebihan. Menjelajah dunia maya tanpa tujuan. Seiring bertambahnya usia, kian terasa dampaknya. Apalagi dengan keberadaan Aya dan bundanya. Juga dengan status saya sebagai pekerja lepas. Sudah hampir tiga bulan saya memutuskan untuk menjadi pekerja lepas. Waktu menjadi sangat berharga. Dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kemungkinan besar saya mendapatkan biaya hidup sehari-hari dan masa depan pun lebih besar.

Tampaknya, ke depan saya harus membuat perencanaan dengan lebih matang. Baik untuk merencanakan masa depan, yang bisa dievaluasi per tiga tahun, maupun merencanakan pekerjaan. Jika tidak terencana dengan baik, kadang bekerja seenak udel sendiri (untung udel saya tidak bodong). Dan, ini menjadi tidak efektif. Selain perencanaan, yang paling penting adalah membuat langkah-langkah praktisnya. Sementara ini, saya baru merencanakan pekerjaan selama dua bulan ke depan. Beberapa point sudah terlaksana. Beberapa yang lain, masih memble. Tapi, dengan adanya perencanaan dan dokumentasi, saya belajar banyak dari kesalahan-kesalahan yang tertulis dengan jelas.

Karena berstatus pekerja lepas, saya mesti mengomunikasikan perencanaan kerja itu dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Biar ada titik temu. Jika perencaan pekerjaan hanya saya yang menulis tanpa diketahui pihak yang kita ajak kerjasama, bisa-bisa berabe. Alih-alih sistematis, malah membuyarkan rencana pekerjaan lain.

Ya, perencanaan ini mesti dimulai. Harus. Dari sekarang. Toh, beberapa menit yang lalu ketika saya memulai tulisan ini, takkan mungkin saya rebut kembali.

Foto diambil di sini.      

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s