Bendera Setengah Tiang

Kain dua warna itu lusuh. Warna merah di bagian atasnya luntur tak keruan. Di bagian bawah warnanya hampir mendekati abu-abu, mestinya ia berwarna putih. Jika sepoi angin menyapanya, ia enggan memperlihatkan seluruh tubuhnya. Namun, saat angin besar melabraknya barulah tubuhnya tegap dengan penuh-seluruh.

Diikat di sebatang bambu kering yang ditanam di depan rumah, ia tak kalah gagah dengan kawan lainnya yang terbuat dari kain baru dan diikat di sebilah besi. Kain dua warna itu memang sepuh, tapi ia bangga telah menemani pemiliknya selama ini. Di tahun 40-an ia setia menemani pemiliknya ke mana pun. Pemiliknya selalu mengibarkan kain dua warna itu dalam segala kondisi, entah itu menang maupun kalah dalam pertempuran. Sekarang, ia dipasang setengah tiang. Ia dipasang setengah tiang untuk memperingati sang pemilik yang semalam menjadi mendiang.

Dan, ya, selama berhari-hari kemudian angin selalu besar.

PS: Gambar diambil dari sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s