Sikap Sentimental Seorang Ayah?

Entah karena saya seorang ayah baru atau bagaimana, setiap melihat bayi saya selalu sentimental. Saya selalu terenyuh melihat bayi yang disia-siakan orangtuanya, baik itu dengan menjadi alat untuk meraup rupiah dengan membawanya ketika mengamen di tengah jalan ataupun ketika ia mendapat perlakuan kasar dari orang dewasa. Saya selalu ingin memeluk dan melindunginya, seakan ia anak saya, putri saya tercinta. Baca lebih lanjut

Ihwal Tambal Ban dan Bagaimana Mengantisipasinya

20120319-pentil-ban-dalam-1

Bila diibaratkan, mencari penambal ban yang jujur itu seperti memancing ikan di kolam yang baru saja ditaburi pelet sekian karung. Selama mengendarai motor, saya jarang sekali menemukan penambal ban yang hanya menambal. Dia akan mencungkil ban, mengotak-atik pentil ban sehingga rusak, atau merobek ban dalam. Dari mana saya tahu? Mudah saja. Baca lebih lanjut

Surat Bersampul Merah Muda

love letter1

Bel istirahat itu mengakhiri penderitaanku. Hatiku serupa Merapi siap meletus; Tembok Besar Cina menjulang gagah di depan otakku. Akibatnya: aku tak bisa menangkap materi yang sedari pagi diterangkan Pak Guru.

”Ini pasti bertalian dengan surat bersampul merah muda yang kini kugenggam,” pikirku. Ah! Bagaimanapun, bisul itu mesti pecah hari ini juga. Kuedarkan pandanganku. Hanya tiga orang dalam kelas. Salah satunya, orang yang kumaksud. Sadar bahwa kelas aman, kupejamkan mataku sembari mengumpulkan nyaliku. Agar aman, kuselipkan surat bersampul merah muda itu ke dalam buku PPKN. Belum lagi sempurna aku berdiri, sebuah suara memanggilku:

“Hen, mana kamus yang kamu janjikan?”

Itu suaranya. Ia tersenyum. Suara dan senyumnya meruntuhkan bangunan nyaliku yang memang rapuh. “Oh, ya, ya. Sa… saya bawa. Saya bawa. Hampir lupa. Mau sekarang?”

“Oh nggak. Tahun depan,” ia merajuk.

“Ya sudah, berarti tahun depan. Padahal saya sudah bawa,” entah bodoh atau gugup aku mengiyakan saja jawabannya yang sebenarnya hanya bercanda.

“Hendi, temanku yang baik. Aku butuhnya SEKARANG!” Wajahnya menggemaskan kala itu. Baca lebih lanjut

Silaturahmi

Nabi Muhammad bersabda, silaturahmi dapat memanjangkan usia. Soal itu, memang betul adanya. Buktinya? Kalau pengalaman pribadi saya, ya terkait dengan pekerjaan. Rata-rata pekerjaan yang saya dapatkan justru dari kenalan atau teman. Tentu saja, silaturahmi dalam istilah sehari-hari bisa kita maknai sebagai pertemuan. Mereka menawari beberapa pekerjaan justru karena saya sering bertemu atau bersilaturahmi ke tempat mereka. Begitu memiliki pekerjaan yang bisa saya lakukan, mereka langsung teringat saya. Bukankah dengan melakukan pekerjaan itu berarti saya dapat rezeki untuk terus mempertahankan hidup? Baca lebih lanjut

Tanjung, Suatu Siang

Bus yang saya tumpangi memasuki terminal Tanjung, sebuah terminal kecil di Brebes, Jawa Tengah. Saya baru saja pulang kampung dari rumah istri saya di Tegal, Jawa Tengah. Dengan menumpang bus Dewi Sri kelas ekonomi itulah saya berharap bisa ke Jakarta. Dan, di terminal Tanjung bus yang saya tumpangi mesti kontrol jumlah penumpang.

Saya tengah membaca Misteri Rubaiyat Omar Khayyam-nya Amin Maalouf ketika itu. Ia adalah dongeng perjalanan Naskah Samarkand yang dituturkan Benjamin O(mar) Lessage. Di samping rajutan plot, konflik, dan alur penceritaan yang apik kualitas terjemahannya yang terjaga membuat saya betah memelototinya. Saya mengkhusukinya, walaupun keringat yang keluar dari punggung dan dada mulai mencumbu kaos saya. Belum lagi satu-dua titik peluh menetes dari wajah dan leher. Baca lebih lanjut

Sandyakala Andalusia


Image

Di Kordoba, 1198, Ibnu Rusyd, ulama-cum-dokter yang di Barat dikenal sebagai Averous dan dianggap tokoh filsuf Rasionalisme, mengembuskan nafas penghabisan dalam kondisi mengenaskan. Jabatannya sebagai hakim negara dicopot. Banyak karyanya dibakar. Ajaran filsafatnya menjadi barang haram. Ramalannya mulai menuju kebenaran bahwa masa depan negaranya takkan ramah untuk orang-orang yang tercerahkan seperti dirinya.

Di tempat yang sama dan waktu hampir bersamaan, dokter, juru tulis, dan filsuf Yahudi Musa Ibn Maymun atau Maimonides harus angkat kaki dari kampung halamannya. Ia yang semula dimuliakan menjadi orang terbuang. Kordoba, yang dikuasai kerajaan-kerajaan Islam kecil dan saling berperang, mulai menutup pintu bagi kaum Yahudi. Bahkan ketika berkuasa, kalangan Muwahidun membantai ribuan orang Yahudi. Maimonides dan keluarganya pindah ke Mesir. Di sana ia mendapatkan tempat terhormat dengan menjadi dokter sekaligus penasihat pribadi Salahuddin al-Ayubi, kelak dikenal sebagai penakluk Yerusalem, hingga meninggal dunia pada 1204.  Baca lebih lanjut

Belum Ada Judul

Apa yang terlintas di benak Anda ketika membaca judul di atas? Teringat sesuatu? Ya, itu merupakan salah satu judul lagu Iwan Fals, “Belum Ada Judul”. Pernah Kita sama-sama susah/ terperangkap di dingin malam…

Judul yang aneh, dan lebih aneh lagi saya memakai judul itu untuk tulisan ini. Tapi, tak ada yang tahu, bahkan hingga saat ini, kenapa Iwan memberi judul salah satu lagunya dengan itu. Bisa jadi, ia memang tak hendak memberi judul atau memang tak menemukan ide dan kata yang pas untuk mewakili isi lagu tersebut. Terlepas berbagai alasan, dalam sebuah karya judul memiliki peran penting. Apalagi dalam tulisan. Tanpa judul memikat, sebuah tulisan hampir bisa dipastikan tak dilirik orang. Banyak juga tulisan yang diberi judul menarik, dan menjadi perhatian banyak orang, padahal dari segi isi biasa saja.

Gampang-gampang susah memang menentukan sebuah judul. Ada banyak cara untuk mencari judul. Ada seorang pengarang yang menentukan judul terlebih dahulu, lalu kemudian menemukan bentuk cerita dan plotnya sesuai dengan apa yang terlintas dalam benak. Menuangkan gagasannya dalam sekian karakter dan kata, lalu, simbsalabim, tulisan itu jadi. Baca lebih lanjut