Pelayan Rakyat

Featured image

Bagaimana Jokowi mencintai rakyat dan rakyat mencintai Jokowi. 

Mendorong mobilnya yang terjebak di tanah gembur, ia mengabaikan lumpur yang terciprat ke wajah dan pakaiannya. Tak meminta bantuan dari warga sekitar, ia terus berusaha mengeluarkan mobilnya yang terjebak. Terus begitu, sampai kemudian Wito Mulyono, 61 tahun, keluar dari rumahnya.

Hari masih pagi dan saat itu ia belum melihat warga lain yang keluar. Saat melihat seseorang sedang berjuang mengeluarkan mobil dari lumpur, ia mendekat. Dan kaget. Baca lebih lanjut

Iklan

Pasar Klithikan Notoharjo, Satu Minggu Pagi

klithikan 5

“Waduh, hape hilang satu,” kata Sugino, 35 tahun. Hape itu barang dagangannya. Seperti tak percaya dengan kesimpulannya sendiri, Sugino mengobrak-abrik kardus-kardus wadah hapenya. Tapi nihil.

“Mungkin tadi pas ada serombongan orang lihat-lihat,” kata Slamet, 20 tahun, temannya.

“Kayaknya sih, iya. Ya wislah. Risiko,” kata Sugino. Ia menarik nafas panjang. Matanya lalu menerobos lalu lalang manusia di sekitarnya.

Melihat kerumunan orang pada Minggu pagi di Pasar Kltihikan Notoharjo, Solo itu wajar bila kehilangan sesuatu jika tak dijaga dengan baik. Bukan satu atau puluhan orang, melainkan ribuan orang memadati pasar itu sejak pukul 05:00. Bahkan, untuk sekadar lewat saja kadang susah. Tentu saja, yang datang ke sana bukan hanya yang ingin membeli barang, ada juga yang sekadar lihat-lihat atau jalan-jalan pagi; satu-dua berniat jahil dengan mencuri. Meski menyadari kehilangan barang dagangan sebagai risiko, toh ia tampak menyesal juga. Dengan agak terpaksa ia menarik bibirnya untuk tersenyum, alisnya seperti hendak bertemu; senyum itu kecut. Baca lebih lanjut